Bannner
Banner MAN4 Blog Kompetisi

PESAN RASULULLAH SAW KETIKA MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

13.05 Posted In , Edit This 0 Comments »


Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah,amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di
hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya. Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka
ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-pungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-’Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Sahabat-sahabat bertanya:

Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan: Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.
Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat.
Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.
Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.
Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70
shalat fardhu dibulan yang lain.
Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti
mengkhatam Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Baca Selengkapnya...

BERPIKIR SECARA MENDALAM

12.57 Posted In , , Edit This 0 Comments »


Banyak yang beranggapan bahwa untuk "berpikir secara mendalam", seseorang perlu memegang kepala dengan kedua telapak tangannya, dan menyendiri di sebuah ruangan yang sunyi, jauh dari keramaian dan segala urusan yang ada. Sungguh, mereka telah menganggap "berpikir secara mendalam" sebagai sesuatu yang memberatkan dan menyusahkan. Mereka berkesimpulan bahwa pekerjaan ini hanyalah untuk kalangan "filosof".

Padahal, sebagaimana telah disebutkan dalam pendahuluan, Allah mewajibkan manusia untuk berpikir secara mendalam atau merenung. Allah berfirman bahwa Al-Qur'an diturunkan kepada manusia untuk dipikirkan atau direnungkan:

"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (merenungkan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran" (QS. Shaad, 38: 29).

Yang ditekankan di sini adalah bahwa setiap orang hendaknya berusaha secara ikhlas sekuat tenaga dalam meningkatkan kemampuan dan kedalaman berpikir.

Sebaliknya, orang-orang yang tidak mau berusaha untuk berpikir mendalam akan terus-menerus hidup dalam kelalaian yang sangat. Kata kelalaian mengandung arti

"ketidakpedulian (tetapi bukan melupakan), meninggalkan, dalam kekeliruan, tidak menghiraukan, dalam kecerobohan". Kelalaian manusia yang tidak berpikir adalah akibat melupakan atau secara sengaja tidak menghiraukan tujuan penciptaan diri mereka serta kebenaran ajaran agama. Ini adalah jalan hidup yang sangat berbahaya yang dapat menghantarkan seseorang ke neraka. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah memperingatkan manusia agar tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang lalai:

"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raaf, 7: 205)

"Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman." (QS. Maryam, 19: 39)

Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan tentang mereka yang berpikir secara sadar, kemudian merenung dan pada akhirnya sampai kepada kebenaran yang menjadikan mereka takut kepada Allah. Sebaliknya, Allah juga menyatakan bahwa orang-orang yang mengikuti para pendahulu mereka secara taklid buta tanpa berpikir, ataupun hanya sekedar mengikuti kebiasaan yang ada, berada dalam kekeliruan. Ketika ditanya, para pengekor yang tidak mau berpikir tersebut akan menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang menjalankan agama dan beriman kepada Allah. Tetapi karena tidak berpikir, mereka sekedar melakukan ibadah dan aktifitas hidup tanpa disertai rasa takut kepada Allah. Mentalitas golongan ini sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur'an:

Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?"

Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak ingat?"

Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?"

Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "Maka apakah kamu tidak bertakwa?"

Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kamu mengetahui?"

Mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah." Katakanlah: "(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu (disihir)?"

"Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang
berdusta." (QS. Al-Mu'minuun, 23: 84-90)

Berpikir dapat membebaskan seseorang dari belenggu sihir

Dalam ayat di atas, Allah bertanya kepada manusia, "…maka dari jalan manakah kamu ditipu (disihir)?. Kata disihir atau tersihir di sini mempunyai makna kelumpuhan mental atau akal yang menguasai manusia secara menyeluruh. Akal yang tidak digunakan untuk berpikir berarti bahwa akal tersebut telah lumpuh, penglihatan menjadi kabur, berperilaku sebagaimana seseorang yang tidak melihat kenyataan di depan matanya, sarana yang dimiliki untuk membedakan yang benar dari yang salah menjadi lemah. Ia tidak mampu memahami sebuah kebenaran yang sederhana sekalipun. Ia tidak dapat membangkitkan kesadarannya untuk memahami peristiwa-peristiwa luar biasa yang terjadi di sekitarnya. Ia tidak mampu melihat bagian-bagian rumit dari peristiwa-peristiwa yang ada. Apa yang menyebabkan masyarakat secara keseluruhan tenggelam dalam kehidupan yang melalaikan selama ribuan tahun serta menjauhkan diri dari berpikir sehingga seolah-olah telah menjadi sebuah tradisi adalah kelumpuhan akal ini.

Pengaruh sihir yang bersifat kolektif tersebut dapat dikiaskan sebagaimana berikut:

Dibawah permukaan bumi terdapat sebuah lapisan mendidih yang dinamakan magma, padahal kerak bumi sangatlah tipis. Tebal lapisan kerak bumi dibandingkan keseluruhan bumi adalah sebagaimana tebal kulit apel dibandingkan buah apel itu sendiri. Ini berarti bahwa magma yang membara tersebut demikian dekatnya dengan kita, dibawah telapak kaki kita!

Setiap orang mengetahui bahwa di bawah permukaan bumi ada lapisan yang mendidih dengan suhu yang sangat panas, tetapi manusia tidak terlalu memikirkannya. Hal ini dikarenakan para orang tua, sanak saudara, kerabat, teman, tetangga, penulis artikel di koran yang mereka baca, produser acara-acara TV dan professor mereka di universitas tidak juga memikirkannya.

Ijinkanlah kami mengajak anda berpikir sebentar tentang masalah ini. Anggaplah seseorang yang telah kehilangan ingatan berusaha untuk
mengenal sekelilingnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada setiap orang di sekitarnya. Pertama-tama ia menanyakan tempat dimana ia berada. Apakah kira-kira yang akan muncul di benaknya apabila diberitahukan bahwa di bawah tempat dia berdiri terdapat sebuah bola api mendidih yang dapat memancar dan berhamburan dari permukaan bumi pada saat terjadi gempa yang hebat atau gunung meletus? Mari kita berbicara lebih jauh dan anggaplah orang ini telah diberitahu bahwa bumi tempat ia berada hanyalah sebuah planet kecil yang mengapung dalam ruang yang sangat luas, gelap dan hampa yang disebut ruang angkasa. Ruang angkasa ini memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibandingkan materi bumi tersebut, misalnya: meteor-meteor dengan berat berton-ton yang bergerak dengan leluasa di dalamnya. Bukan tidak mungkin meteor-meteor tersebut bergerak ke arah bumi dan kemudian menabraknya.

Mustahil orang ini mampu untuk tidak berpikir sedetikpun ketika berada di tempat yang penuh dengan bahaya yang setiap saat mengancam jiwanya. Ia pun akan berpikir pula bagaimana mungkin manusia dapat hidup dalam sebuah planet yang sebenarnya senantiasa berada di ujung tanduk, sangat rapuh dan membahayakan nyawanya. Ia lalu sadar bahwa kondisi ini hanya terjadi karena adanya sebuah sistim yang sempurna tanpa cacat sedikitpun. Kendatipun bumi, tempat ia tinggal, memiliki bahaya yang luar biasa besarnya, namun padanya terdapat sistim keseimbangan yang sangat akurat yang mampu mencegah bahaya tersebut agar tidak menimpa manusia. Seseorang yang menyadari hal ini, memahami bahwa bumi dan segala makhluk di atasnya dapat melangsungkan kehidupan dengan selamat hanya dengan kehendak Allah, disebabkan oleh adanya keseimbangan alam yang sempurna dan tanpa cacat yang diciptakan-Nya.

Contoh di atas hanyalah satu diantara jutaan, atau bahkan trilyunan contoh-contoh yang hendaknya direnungkan oleh manusia. Di bawah ini satu lagi contoh yang mudah-mudahan membantu dalam memahami bagaimana "kondisi lalai" dapat mempengaruhi sarana berpikir manusia dan melumpuhkan kemampuan akalnya.

Manusia mengetahui bahwa kehidupan di dunia berlalu dan berakhir sangat cepat. Anehnya, masih saja mereka bertingkah laku seolah-olah mereka tidak akan pernah meninggalkan dunia. Mereka melakukan pekerjaan seakan-akan di dunia tidak ada kematian. Sungguh, ini adalah sebuah bentuk sihir atau mantra yang terwariskan secara turun-temurun. Keadaan ini berpengaruh sedemikian besarnya sehingga ketika ada yang berbicara tentang kematian, orang-orang dengan segera menghentikan topik tersebut karena takut kehilangan sihir yang selama ini membelenggu mereka dan tidak berani menghadapi kenyataan tersebut. Orang yang mengabiskan seluruh hidupnya untuk membeli rumah yang bagus, penginapan musim panas, mobil dan kemudian menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah yang bagus, tidak ingin berpikir bahwa pada suatu hari mereka akan mati dan tidak akan dapat membawa mobil, rumah, ataupun anak-anak beserta mereka.
Akibatnya, daripada melakukan sesuatu untuk kehidupan yang hakiki setelah mati, mereka memilih untuk tidak berpikir tentang kematian.

Namun, cepat atau lambat setiap manusia pasti akan menemui ajalnya. Setelah itu, percaya atau tidak, setiap orang akan memulai sebuah kehidupan yang kekal. Apakah kehidupannya yang abadi tersebut berlangsung di surga atau di neraka, tergantung dari amal perbuatan selama hidupnya yang singkat di dunia. Karena hal ini adalah sebuah kebenaran yang pasti akan terjadi, maka satu-satunya alasan mengapa manusia bertingkah laku seolah-olah mati itu tidak ada adalah sihir yang telah menutup atau membelenggu mereka akibat tidak berpikir dan merenung.

Orang-orang yang tidak dapat membebaskan diri mereka dari sihir dengan cara berpikir, yang mengakibatkan mereka berada dalam kelalaian, akan melihat kebenaran dengan mata kepala mereka sendiri setelah mereka mati, sebagaimana yang diberitakan Allah kepada kita dalam Al-Qur'an :

"Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam." (QS. Qaaf, 50: 22)

Dalam ayat di atas penglihatan seseorang menjadi kabur akibat tidak mau berpikir, akan tetapi penglihatannya menjadi tajam setelah ia dibangkitkan dari alam kubur dan ketika mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya di akhirat.

Perlu digaris bawahi bahwa manusia mungkin saja membiarkan dirinya secara sengaja untuk dibelenggu oleh sihir tersebut. Mereka beranggapan bahwa dengan melakukan hal ini mereka akan hidup dengan tentram. Syukurlah bahwa ternyata sangat mudah bagi seseorang untuk merubah kondisi yang demikian serta melenyapkan kelumpuhan mental atau akalnya, sehingga ia dapat hidup dalam kesadaran untuk mengetahui kenyataan. Allah telah memberikan jalan keluar kepada manusia; manusia yang merenung dan berpikir akan mampu melepaskan diri dari belenggu sihir pada saat mereka masih di dunia. Selanjutnya, ia akan memahami tujuan dan makna yang hakiki dari segala peristiwa yang ada. Ia pun akan mampu memahami kebijaksanaan dari apapun yang Allah ciptakan setiap saat.
Seseorang dapat berpikir kapanpun dan dimanapun

Berpikir tidaklah memerlukan waktu, tempat ataupun kondisi khusus. Seseorang dapat berpikir sambil berjalan di jalan raya, ketika pergi ke kantor, mengemudi mobil, bekerja di depan komputer, menghadiri pertemuan dengan rekan-rekan, melihat TV ataupun ketika sedang makan siang.

Misalnya: di saat sedang mengemudi mobil, seseorang melihat ratusan orang berada di luar. Ketika menyaksikan mereka, ia terdorong untuk berpikir tentang berbagai macam hal. Dalam benaknya tergambar penampilan fisik dari ratusan orang yang sedang disaksikannya yang sama sekali berbeda satu sama lain. Tak satupun diantara mereka yang mirip dengan yang lain. Sungguh menakjubkan: kendatipun orang-orang ini memiliki anggota tubuh yang sama, misalnya sama-sama mempunyai mata, alis, bulu mata, tangan, lengan, kaki, mulut dan hidung; tetapi mereka terlihat sangat berbeda satu sama lain. Ketika berpikir sedikit mendalam, ia akan teringat bahwa:

Allah telah menciptakan bilyunan manusia selama ribuan tahun, semuanya berbeda satu dengan yang lain. Ini adalah bukti nyata tentang ke Maha Perkasaan dan ke Maha Besaran Allah.

Menyaksikan manusia yang sedang lalu lalang dan bergegas menuju tempat tujuan mereka masing-masing, dapat memunculkan beragam pikiran di benak seseorang. Ketika pertama kali memandang, muncul di pikirannya: manusia yang jumlahnya banyak ini terdiri atas individu-individu yang khas dan unik. Tiap individu memiliki dunia, keinginan, rencana, cara hidup, hal-hal yang membuatnya bahagia atau sedih, serta perasaannya sendiri. Secara umum, setiap manusia dilahirkan, tumbuh besar dan dewasa, mendapatkan pendidikan, mencari pekerjaan, bekerja, menikah, mempunyai anak, menyekolahkan dan menikahkan anak-anaknya, menjadi tua, menjadi nenek atau kakek dan pada akhirnya meninggal dunia. Dilihat dari sudut pandang ini, ternyata perjalanan hidup semua manusia tidaklah jauh berbeda; tidak terlalu penting apakah ia hidup di perkampungan di kota Istanbul atau di kota besar seperti Mexico, tidak ada bedanya sedikitpun. Semua orang suatu saat pasti akan mati, seratus tahun lagi mungkin tak satupun dari orang-orang tersebut yang akan masih hidup. Menyadari kenyataan ini, seseorang akan berpikir dan bertanya kepada dirinya sendiri: "Jika kita semua suatu hari akan mati, lalu apakah gerangan yang menyebabkan manusia bertingkah laku seakan-akan mereka tak akan pernah meninggalkan dunia ini? Seseorang yang akan mati sudah sepatutnya beramal secara sungguh-sungguh untuk kehidupannya setelah mati; tetapi mengapa hampir semua manusia berkelakuan seolah-olah hidup mereka di dunia tak akan pernah berakhir?"

Orang yang memikirkan hal-hal semacam ini lah yang dinamakan orang yang berpikir dan mencapai kesimpulan yang sangat bermakna dari apa yang ia pikirkan.

Sebagian besar manusia tidak berpikir tentang masalah kematian dan apa yang terjadi setelahnya. Ketika mendadak ditanya,"Apakah yang sedang anda pikirkan saat ini?", maka akan terlihat bahwa mereka sedang memikirkan segala sesuatu yang sebenarnya tidak perlu untuk dipikirkan, sehingga tidak akan banyak manfaatnya bagi mereka. Namun, seseorang bisa juga "berpikir" hal-hal yang "bermakna", "penuh hikmah" dan "penting" setiap saat semenjak bangun tidur hingga kembali ke tempat tidur, dan mengambil pelajaran ataupun kesimpulan dari apa yang dipikirkannya.

Dalam Al-Qur'an, Allah menyatakan bahwa orang-orang yang beriman memikirkan dan merenungkan secara mendalam segala kejadian yang ada dan mengambil pelajaran yang berguna dari apa yang mereka pikirkan.

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Aali 'Imraan, 3: 190-191).

Ayat di atas menyatakan bahwa oleh karena orang-orang yang beriman adalah mereka yang berpikir, maka mereka mampu melihat hal-hal yang menakjubkan dari ciptaan Allah dan mengagungkan Kebesaran, Ilmu serta Kebijaksanaan Allah.

Berpikir dengan ikhlas sambil menghadapkan diri kepada Allah

Agar sebuah perenungan menghasilkan manfaat dan seterusnya menghantarkan kepada sebuah kesimpulan yang benar, maka seseorang harus berpikir positif. Misalnya: seseorang melihat orang lain dengan penampilan fisik yang lebih baik dari dirinya. Ia lalu merasa dirinya rendah karena kekurangan yang ada pada fisiknya dibandingkan dengan orang tersebut yang tampak lebih rupawan. Atau ia merasa iri terhadap orang tersebut. Ini adalah pikiran yang tidak dikehendaki Allah. Jika ridha Allah yang dicari, maka seharusnya ia menganggap bagusnya bentuk rupa orang yang ia lihat sebagai wujud dari ciptaan Allah yang sempurna. Dengan melihat orang yang rupawan sebagai sebuah keindahan yang Allah ciptakan akan memberikannya kepuasan. Ia berdoa kepada Allah agar menambah keindahan orang tersebut di akhirat. Sedang untuk dirinya sendiri, ia juga meminta kepada Allah agar dikaruniai keindahan yang hakiki dan abadi di akhirat kelak. Hal serupa seringkali dialami oleh seorang hamba yang sedang diuji oleh Allah untuk mengetahui apakah dalam ujian tersebut ia menunjukkan perilaku serta pola pikir yang baik yang diridhai Allah atau sebaliknya.
Keberhasilan dalam menempuh ujian tersebut, yakni dalam melakukan perenungan ataupun proses berpikir yang mendatangkan kebahagiaan di akhirat, masih ditentukan oleh kemauannya dalam mengambil pelajaran atau peringatan dari apa yang ia renungkan. Karena itu, sangatlah ditekankan disini bahwa seseorang hendaknya selalu berpikir secara ikhlas sambil menghadapkan diri kepada Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an :

"Dia lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah)." (QS. Ghaafir, 40: 13)
Baca Selengkapnya...

Kekuatan Pikiran

12.51 Posted In , , Edit This 0 Comments »


Manusia memiliki 2 unsur didalam diri yang berperan dalam kehidupannya yaitu unsur fisik dan non fisik. Unsur fisik adalah tubuh anda beserta semua panca inderanya, sedangkan unsur non fisik adalah pikiran anda. Keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada di dalam satu bentuk yaitu diri anda. Keduanya tidak dapat berdiri sendiri sehingga saling bergantung. Seperti halnya tubuh tidak akan dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya pikiran, begitu juga pikiran tidak dapat terwujud tanpa dibantu oleh tubuh sebagai pelaksananya.

Cara Pikiran Bekerja
Anda mungkin tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi atas diri anda adalah hasil dari apa yang ada di pikiran anda. Tubuh anda hanyalah menjalankan perintah dari pikiran yang kemudian akan direspon oleh alam semesta dengan feedback yang sama. Jika anda melakukan sesuatu yang positif, alam semesta akan memberikan feedback yang positif pula. Jika anda melakukan sesuatu yang negatif, maka alam semesta juga akan memberikan feedback yang negatif. Pertanyaannya adalah bagaimana anda bisa melakukan sesuatu yang positif jika perintah yang keluar dari pikiran anda adalah negatif. Tidak mungkin bukan? Dengan kata lain, pikiran lah yang menguasai tubuh.

Saya yakin anda pasti tahu permainan Tetris. Pikiran manusia sama seperti permainan tersebut. Setiap input yang dimasukkan kedalamnya akan membentuk sebuah lapisan yang akan menumpuk terus menerus. Lapisan yang sama akan saling tarik menarik dan akan berkumpul menjadi satu kelompok lapisan. Lapisan-lapisan yang berasal dari input yang negatif akan membentuk kelompok lapisan negatif. Sedangkan lapisan-lapisan yang berasal dari input yang positif akan membentuk kelompok lapisan positif. Setiap input baru yang masuk kedalam pikiran akan makin memperkuat masing-masing kelompok lapisan tersebut sesuai dengan jenisnya. Beberapa input yang membentuk lapisan positif adalah rasa simpati, kebahagiaan, belas kasih, keikhlasan, rasa percaya diri, optimis, keyakinan, konsentrasi. Beberapa input yang membentuk lapisan negatif adalah kemarahan, kebencian, ketakutan, kekhawatiran, kesombongan, iri hati, keegoisan, keputusasaan, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah, pesimis, minder.

Nah, sekarang bisakah anda bayangkan bahwa jika anda terlalu banyak memasukkan input negatif ke dalam pikiran, maka kelompok lapisan negatif itulah yang akan mendominasi pikiran anda. Dan karena jenisnya sama, tanpa disadari anda juga sedang menarik semua energi negatif dari alam semesta kedalam diri anda. Oleh sebab itu, janganlah heran jika kemudian kehidupan anda hanya berisi masalah, rintangan, keributan dan kegagalan. Jadi tugas anda adalah memastikan bahwa yang masuk kedalam pikiran anda hanyalah hal-hal yang positif. Bahkan lebih jauh lagi anda perlu memasukkan hal-hal yang optimis ke dalam pikiran anda. Dengan pikiran dan cara pandang yang optimis, segala hal yang anda lakukan akan anda kerjakan dengan positif dan penuh percaya diri. Alhasil, seluruh alam semesta pun akan mendukung anda untuk mewujudkannya. Tanpa sadar, anda sedang menarik semua energi positif yang ada diluar kedalam diri anda. Kalau sudah demikian, keberhasilan dan kesuksesan bukanlah suatu hal yang mustahil.

Menjadi Majikan Dari Pikiran Anda Sendiri
Pikiran manusia sangatlah rapuh dan mudah goyah. Kalau diibaratkan, pikiran kita seperti nyala api lilin ditengah-tengah hembusan angin yang datang dari berbagai arah. Tugas kita adalah menjaga agar nyala api lilin tersebut tidak goyah oleh hembusan angin. Oleh karena itu, pikiran haruslah diperkuat. Memperkuatnya yaitu dengan cara memasukkan hanya hal-hal yang positif secara terus menerus. Seperti halnya tubuh membutuhkan makanan yang bergizi agar bisa tumbuh sehat, begitu juga pikiran membutuhkan hal-hal yang positif sebagai makanannya supaya bisa berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi diri anda. Di sisi lain, seperti halnya racun akan membuat tubuh lemah dan tak bertenaga, begitu juga hal-hal negatif akan membuat pikiran anda menjadi lemah dan tidak dapat memberikan solusi yang baik.

Pikiran yang kuat akan mudah untuk dikendalikan. Seekor anjing yang belum dijinakkan akan menjadi buas, menggigit dan hanya memberikan masalah bagi tuannya. Namun jika sudah dijinakkan, dia tidak hanya akan menjadi anjing penurut tetapi juga berguna untuk membantu dan melindungi tuannya. Begitu juga dengan pikiran, jika anda tidak dapat menjinakkannya maka anda lah yang akan dikendalikannya dan dia hanya akan memberi anda masalah. Namun jika anda sudah dapat menjinakkan dan mengendalikannya, maka pikiran anda akan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang anda hadapi.

Memprogram Ulang Pikiran
Jika anda sudah mengetahui bahwa apa yang anda masukkan di dalam pikiran anda dapat terjadi, bukankah anda ingin memasukkan sesuatu yang ingin anda capai kedalam pikiran anda supaya dapat benar-benar terwujud?

Jangan pernah meremehkan kekuatan pikiran anda. Jika anda saat ini tengah depresi dan menganggap diri anda adalah orang yang gagal, hati-hatilah karena pikiran anda akan mewujudkannya menjadi kenyataan. Jika anda saat ini merasa bahwa nasib anda sudah berakhir dan anda tidak bisa keluar dari masalah yang dihadapi, hati-hatilah karena itulah yang akan terjadi pada diri anda. Rubahlah cara anda melihat sesuatu. Tanamkanlah bahwa selalu ada sisi positif dalam setiap kejadian, dan gunakanlah sisi itu. Thomas Alva Edison harus mencoba berkali-kali sampai akhirnya dia berhasil menciptakan lampu. Namun dia tidak pernah mengatakan bahwa dia gagal. Dia selalu mengatakan : “I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work.” Saya tidak gagal tetapi justru menemukan 10.000 cara yang tidak benar.

Saya menyarankan anda untuk memprogram ulang pikiran anda mulai dari sekarang. Katakan dan tanamkan di pikiran anda hal-hal yang ingin anda raih. Bayangkan anda telah berhasil melalui masalah yang sedang anda hadapi dan betapa anda merasakan kegembiraannya. Pikirkan hal-hal yang akan anda lakukan ketika semuanya telah ada di genggaman anda. Tanamkan di pikiran bahwa anda saat ini sedang menuju kesana dan akan berhasil. Bila perlu, anda bisa juga menyuarakannya dengan mulut anda sambil membayangkannya. Yang perlu diingat, gunakanlah bentuk kalimat yang positif. Misalnya, katakanlah “Saya adalah orang yang berhasil”. Jangan gunakan kalimat “Saya bukan orang yang gagal.” Berkacalah di cermin setiap pagi sebelum memulai hari anda, dan katakanlah :
- Allah sangat menyayangi saya
- Orang tua saya sangat bangga kepada saya
- Hari ini saya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar.
- Hari ini saya akan menghasilkan banyak hal baru.
- Saya akan menjadi orang berhasil.
- Saya akan meruntuhkan semua rintangan yang ada.
- Saya akan berhasil melewati semua masalah ini.
- Orang lain makan nasi, saya juga makan nasi. Jadi jika orang lain bisa, saya juga bisa.

Dengan memprogram ulang pikiran anda dengan hal-hal yang positif dan optimis, anda telah menggeser dominasi lapisan-lapisan negatif yang ada didalam pikiran anda. Kemudian, anda akan melihat dan merasakan begitu besar energi positif yang anda tarik disekeliling anda yang akan benar-benar mewujudkan apa yang ingin anda raih.
Baca Selengkapnya...

Membangun Masa Depan

10.51 Posted In , , , , Edit This 0 Comments »


Hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Orang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi modal itu ia hamburkan sia-sia. Dan, modal termahal dalam hidup adalah waktu. Dalam QS Al-'Asher [103] ayat 1-3, Allah SWT berfirman bahwa untung ruginya manusia dapat diukur dari sikapnya terhadap waktu. Kalau ia berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang menyia-nyiakan kehidupan. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Ada tiga jenis waktu. Pertama, masa lalu. Ia sudah lewat, sehingga ada di luar kontrol kita. Banyak orang sengsara hari ini gara-gara masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita harus selalu waspada jangan sampai masa lalu merusak hari kita. Kedua, masa depan. Kita sering panik menghadapi masa depan. Tanah kian mahal, pekerjaan semakin sulit, dan lainnya. Walau demikian, masa lalu dan masa depan kuncinya adalah hari ini. Inilah bentuk waktu yang ketiga.

Seburuk apa pun masa lalu kita, kalau hari ini kita benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri, insya Allah semua keburukan itu akan terhapuskan. Demikian pula dengan masa datang. Maka sungguh mengherankan melihat orang yang bercita-cita tapi tidak melakukan apa pun untuk meraihnya. Padahal hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Belajar Menghitung

Saudaraku, kita harus mulai menghitung semua yang kita lakukan. Ucapan kita sekarang adalah sebuah jaminan. Kita bisa terpuruk hanya dengan satu patah kata. Kita pun bisa menuai kemuliaan dengan kata-kata. Uang yang kita dapatkan sekarang adalah tabungan masa depan. Bila kita dapatkan dengan cara tidak halal, niscaya aibnya akan segera kita rasakan.

Karena itu, terlalu bodoh andai kita melakukan hal yang sia-sia. Detik demi detik harus kita tanam sebaik mungkin, karena inilah bibit yang buahnya akan kita petik di masa depan. Kalau kita terbiasa berhati-hati dalam berbicara, dalam bersikap, dalam mengambil keputusan, dalam menjaga pikiran dan hati, maka kapan pun malaikat maut menjemput, kita akan selalu siap. Tapi kalau kita bicara sepuasnya, berpikir sebebasnya, tak usah heran bila saat kematian menjadi saat paling menakutkan.

Menyongsong Masa Depan Cerah

Ada tiga cara agar masa depan kita cerah. Pertama, pastikanlah hari-hari kita menjadi sarana penambah keyakinan pada Allah. Kita tidak akan pernah tenteram dalam hidup kecuali dengan keyakinan pada Allah SWT. Pupuk dari keyakinan adalah ilmu. Orang-orang yang tidak suka menuntut ilmu, maka imannya tidak akan bertambah. Bila iman tidak bertambah, maka hidup pun akan mudah goyah.

Kedua, tiada hari berlalu kecuali jadi amal. Di mana pun kita berada lakukan yang terbaik. Segala sesuatu harus menjadi amal. Dilihat atau tidak dilihat kita jalan terus.

Ketiga, terus melatih diri agar mampu menasihati orang lain dalam kebenaran dan kesabaran, dan terus melatih diri untuk mampu menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Kita akan mampu memberi nasihat, kalau kita senang diberi nasihat. Wallahu a'lam.

Baca Selengkapnya...

Aku Belajar Dari Kehidupan

15.37 Posted In , , , Edit This 1 Comment »



Ini adalah sebuah kisah kehidupan yang aku alami. Kisah ini bermula sejak aku berada di bangku SD hingga sekarang. Aku adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Dari kecil aku sudah sering ditinggal kerja oleh orang tuaku. Saat aku bangun dari tidur mereka sudah berangkat kerja dan ketika aku sudah tidur mereka baru pulang kerja. Akhirnya dari kecil aku terbdiasa mandiri, jarang dirumah dan pulang malam.

Beberapa Pengalaman hidup yang aku alami membentuk karakter diriku. Tamat dari bangku SD aku ditawarkan masuk MTS oleh ayanhku karena tak cukup biaya untuk masuk pesantren, padahal aku sudah mendaftar di SMP-SMP favorit di daerahku dengan peringkat paling yang bagus. Tapi tak apalah, aku jalani hal tersebut dengan sabar dan mendaftar sekolah sendiri.
Belajar dari kehidupan aku berfikir bahwa “setiap jalan hidup yang kita masuki pasti ada jalan keluarnya”. Dan aku harus membuktikan bahwa Aku harus menjadi yang terbaik walaupun harus melalaui jalan yang terpuruk.

Dalam benak aku berfikir, Apa yang dapat aku banggakan dari diriku sendiri? Ketika berada di MTS sejak kelas satu sudah menjadi ketua kelas dan menjabat sebagai Ketua OSIS. Akhirnya aku menyimpulkan bahwa Hidup ini perlu terorganisasi. Maka aku jalani Organisasai yang aku diami dengan penuh penjiwaan hingga akhirnya aku menjadi Ketua OSIS dan Ketua Ekskul KIR yang menang telak dalam pemilihan dan membawa perubahan besar dalam sejarah OSIS dan Ekskul di sekolahku serta menjadi OSIS dan KIR angkatan terbaik saat itu..

Banyak pengalaman pahit dan manis yang aku alami seperti mendapatkan Amarah dari seorang guru yang sangat lama baru memaafkanku. Hal itu membuat aku banyak mendapatkan pengalaman yang berharga yang mungkin tidak akan aku temukan di tempat lain.

Walaupun aku menjadi anak yang jarang di rumah dan selalu pulang malam, aku berfikir aku harus memberikan Kontribusi yang terbaik kepada kedua orang tuaku sebagai pengabddianku sebagai anak. Akhirnya aku mewujudkan hal tersebut melalui pengalaman Karier Manjaku.
Ketika orang tuaku datang ke acara perpisahan saat aku kelas tiga, orang tuaku mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari guru-guru atas semua yang aku lakukan di sekolah untuk membanggakan orang tuaku. Hal tersebut sangat membuat orang tuaku bangga kepadaku.
Tamatnya aku dari bangku MTS aku memutuskan untuk mencoba merantau ke negeri orang. Dalam usiaku yang dapat dibilang nekat oleh teman-temanku untuk pergi merantau demi mengejar cita-citaku dan membanggakan orang tuaku.

Dan…. Saat ini aku sedang dalam perantauanku di tempat yang nan jauh di mato. Semoga saja aku dapat kembali membuat pengalaman yang berharga di tempat baruku ini di MAN 4 MODEL JAKARTA. Aku memilih sekolah disini dikarenakan agar aku ingin menjadi pribadi yang bagus, berkualitas, dan berguna bagi orang lain. Buat saya MAN 4 adalah salah satu sekolah yang memang benar-benar pantas dijadikan contoh untuk sekolah-sekolah lain. mengapa? Karena sekolah ini telah membuktikan kalau man 4 tidak kalah dalam penyelenggaraan program pendidikan.

Tidak hanya itu sekolah ini juga memberikan pendidikan agama yang perlu kita pelajari dalam mempersiapkan kehidupan yang sebenarnya.Seperti yang kita ketahui pada masa sekarang kita sangat membutuhkan ilmu pengetahuan dan pendidikan islami karena itu sangat penting dalam mempengaruhi kepribadian seseorang, dan saya bisa katakan bahwa sekolah ini memang pantas dalam membentuk pribadi yang berkualitas, yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Saya hanya berharap agar saya mempunyai komitmen dan spirit berjuang yang tinggi. Saya yakin bahwa saya bisa menjadi menjadi sosok yang cemerlang untuk masa depan saya dengan bersekolah di MAN 4.

Kawan… ketahuilah bahwa Hidup ini bagaikan pelayaran di atas lautan dan dunia sebagai lautnya, sudah banyak orang yang tenggelam di dalamnya, maka persiapkanlah pelayaranmu dengan berbekalkan Iman, Ilmu dan Taqwa, Insya Allah engkau selamat.
Aku membuat cerita ini bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk membagi arti hidup yang aku alami. Ingatlah bahwa engkau akan selalu menjalani sebuah organisasi dalam hidupmu, walaupun kecil tapi itu berarti. Ingatlah bahwa masalah bukan jalan buntu, tapi membuka jalan baru dalam hidupmu. Buatlah Allah Ridho kepadamu, Orang tua sayang kepadamu dan sahabat bangga dapat mengenalmu. Dan ingatlah “Always do the best in your life”.


Baca Selengkapnya...

Hadiah Setengah Empat

15.24 Posted In , , , , Edit This 0 Comments »



Tunggu sebentar, mungkin kalau kita sebut saja ‘setengah empat’ bisa menjadi tidak terlalu pagi. Tiga tiga puluh rasanya sanga dini, sedangkan setengah empat ya sudah dekat jam empat. Apa sih nilai penting waktu bagi seseorang? Waktu mempunyai makna berbeda bagi setiap orang di berbagai kesempatan. Cobalah renungkan sejenak berbagai arti waktu berikut. (dikutip dari buku Sukses dengan Soft Skills tulisan Ichsan S. Putra, yang diadaptasi dari buku The 7 Habits of Highly Effective Teens oleh Sean Covey) :
Untuk mengetahui arti satu tahun, tanya pada seorang siswa yang gagal SPMB (ujian masuk perguruan tinggi).
Untuk mengetahui arti satu bulan, tanya pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Untuk mengetahui arti satu minggu, tanya pada editor majalah mingguan.
Untuk mengetahui arti satu hari, tanya pada buruh harian yang punya enam anak untuk diberi makan.
Untuk mengetahui arti satu jam, tanya pada orang yang sedang mengerjakan ujian.
Untuk mengetahui arti satu menit, tanya pada orang yang ketinggalan kereta.
Untuk mengetahui arti satu detik, tanya pada seseorang yang selamat dari kecelakaan.
Untuk mengetahui arti satu milidetik, tanya pada seseorang yang memenangkan medali di Olimpiade.
Waktu memang sangat berarti bagi orang yang mengingnkan sesuatu. Demikian pula arti pukul setengah empat bagi sebagian orang. Ini sebuah eksperimen kecil dari kebiasaan bangun pagi. Kebanyakan orang bangun pagi pukul 5 sesuai anjuran standar tidur 8 jam dari pukul 9 malam. Itu yang saya ingat dari petuah guru saya dulu waktu masih kecil. Jadilah pukul 5 menjadi waktu ideal untuk bangun. Jelas ini hanya persepsi psikologis, bukti ilmiah mana yang menunjukkan bangun pukul 5 lebih baik daripada bangun pukul 4? Bukankah yang lebih penting adalah kecukupan tidur, dan itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap orang? Stephen Covey mengatakan bahwa untuk mendapatkan perubahan besar maka kita perlu mengubah paradigma (landas berpikir). Itulah kiat yang layak dicoba. Mula-mula saya baca buku tentang Rahasia Shalat Shubuh (judul aslinya lupa, bukunya tidak ketemu, itu juga dapat minjem dari mertua saya). Ada yang menarik dalam buku itu, yaitu kisah si penulis ketika sedang tinggal di Amerika. Dia melihat bahwa banyak orang bule di sana berjalan-jalan pagi sebelum waktu shubuh. Perhatikan, kata si penulis, dia menemukan banyak orang (bukan hanya satu dua) yang berjalan-jalan pagi sendiri atau bersama anjungnya karena merasakan pentingnya jalan pagi. Mereka saja bisa bangun pagi untuk jalan-jalan, kenapa orang Islam merasa berat untuk bangun shalat shubuh? Penyebabnya karena masih menganggap shalat shubuh itu tidak bernilai. Coba bayangkan, apakah Anda mau bila setiap bangun pagi jam empat Anda dibayar 1 juta rupiah? Tentu mau sekali! Sering kita bangun pagi-pagi karena perlu pergi keluar kota, atau pergi pagi demi pekerjaan dan sesuap nasi. Jika dibayar 1 juta tiap pagi, tentu semua orang berlomba-lomba untuk bangun pagi! Nah, tahukah Anda bahwa Rasulullah pernah menyampaikan keutamaan shalat sunnat dua rakaat sebelum shalat shubuh? Kata Rasulullah, nilai pahala shalat sunnat dua rakaat sebelum shalat shubuh itu lebih baik daripada seluruh bumi dan seisinya! Beliau yang telah diberi ilmu tentang alam akhirat tentu sangat layak kita percaya petuahnya bahwa shalat sederhana dua rakaat itu memang nilainya lebih tinggi dari bumi ini dengan segala isinya. Nah, kalau shalat sunnat saja begitu luar biasa pahalanya, apalagi shalat shubuh!
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan subuh . Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan . (QS Al Israa’[17] : 78)
Pilih mana antara bangun jam 5 (bahkan sering telat menjadi jam 6) dan TIDAK DIBAYAR UANG, dibandingkan bangun jam 4 untuk shalat shubuh, juga sama TIDAK DIBAYAR UANG, TAPI DIBERI PAHALA yang pasti lebih baik dari seluruh bumi dan seisinya? Akal sehat tentu memilih yang kedua. Toh capeknya sama. Berbekal pengetahuan itu, saya jadwalkan bangun pukul 04.30, lalu menjadi 04.00, dan pikir-pikir kenapa tidak jam 03.30 sekalian? Toh, capeknya sama. Pukul 03.30, wah pagi banget? Nggak kok, ini Cuma setengah empat. Bangun pada jam ini kira-kira setengah jam sebelum waktu shubuh di wilayah Bandung yang kadang jam 4 kadang jam 4.30. Intinya adalah, bangun setengah jam sebelum waktu shubuh. Kenapa capek-capek bangun jam itu? Karena ternyata ada pesta berhadiah besar yang selama ini hanya diikuti segelintir orang saja di seluruh muka bumi ini. Tentu saja bukan pesta dugem! Tapi pesta pertemuan dengan Allah melalui shalat tahajjud. Hadiahnya? Lebih besar lagi, janji kemuliaan yang tinggi dan luar biasa.
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS Al Israa’[17] : 79)

Rasulullah SAW bersabda kepada Salman al-Farisi:
“Hendaklah kamu melaksanakan qiyamullail karena qiyamullail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan.” (HR. A-Tabarani dan Al-Hatsami).
Juga ada hadits dari Rasulullah,
Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat. Jika seorang Muslim meminta kebaikan di dunia dan akhirat pada saat tersebut, maka permintaannya pasti diberikan kepadanya, dan itu terjadi di setiap malam. (HR Muslim)
Kata seorang shalih, “Detik-detik malam itu mahal. Karena itu Anda jangan memurahkannya dengan kelalaian.”
Betul, orang yang mendengar pemberian dan bonus ini dibagi-bagi di malam hari, pasti tidak akan melalaikannya! (demikian saya baca di buku Nikmatnya Qiyamul Lail, karya Bassam Athiyah. Lagi-lagi buku ini saya pinjam dari mertua.) Jangan dibayangkan tahajud yang berat-berat. Saya sih orang malas, jadi ya pilih yang ringan-ringan saja. Cukup dua rakaat, itupun berdiri lama, sering jadi melamun, dengan sangat santai, tangan sengaja tidak bersedekap tapi menggantung di sisi tubuh (ini sih judulnya berdiri lunglai, masih ngantuk). Selesai dua rakaat, eh sudah malas, ya duduk saja bengong-bengong, sambil merenung-renung. Di kejauhan terdengar suara orang mengaji di masjid. Ketika adzan terdengar, barulah bergegas pergi ke masjid, menyusul orang-orang shaleh itu. Suatu ketika pada Senin pagi tiba-tiba terlintas dalam pikiran, kenapa tidak sekalian coba puasa sunnat? Bukankah hal yang paling membuat malas puasa adalah bangun untuk sahur? Nah, sekarang kan masanya sahur, jadi kenapa tidak sekalian? Alhamdulillah, ternyata bangun setengah empat membuka kesempatan yang selama ini rasanya berat untuk dijalankan. Karena puasa sunnat, ya nggak maksain amat. Kadang puasa, kadang enggak. Daripada tidak sama sekali. Bonus lainnya, bagi pemula kelas teri seperti saya ini, adalah indahnya langit malam ketika berjalan pulang pergi ke masjid yang berjarak sekitar 12 rumah untuk ikut jamaah shalat shubuh. Setiap kali saya selalu sempatkan menengadah ke langit, dan bila kebetulan langit sedang cerah maka taburan bintang-bintangnya menjadi lukisan eksotis yang menentramkan sekaligus menakjubkan! Terkadang sepenggal bulan tampak menggantung, menambah indahnya lukisan alam itu. (Beberapa waktu belakangan ini langit sering berawan karena musim hujan, jadi bonusnya untuk sementara tidak tersedia.) Mungkin tidak banyak diperhatikan orang, sebenarnya sudah terdapat beberapa pemain senior yang sudah bangun sejak jam 2 malam untuk mengikuti pesta tersebut dengan lebih antusias. Dibandingkan mereka, saya yang bergelar insinyur ini betul-betul pemula kelas teri. Semua gelar tidak ada gunanya. Malu rasanya. Apakah Anda akhir-akhir ini masih sempat menikmati indahnya langit malam? Atau kesibukan dunia telah membuat keindahan lukisan alam itu luput dari perhatian? Kalau berminat, mari kita coba bersama. Biayanya murah kok, cukup bangun sedikit lebih pagi, pelan-pelan saja secara berangsur-angsur, hingga bisa bangun pukul setengah empat pagi. Mudah-mudahan hadiah setengah empat itu bisa kita dapatkan. Amin. (Untuk mengetahui arti jam setengah empat, tanyakan pada pemula kelas teri yang tertatih-tatih berusaha meraih sisa-sisa pesta dan bonus di sepertiga malam terakhir. Jawabnya, sangat berarti, friend!) Dibalik pelaksanaan dua rekaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang, bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah suatu ketika mereka terlambat shalat Subuh dalam penaklukan benteng Tastar. "Tragedi" ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. Yang menarik, Subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad, Tsamud dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas petaka pada waktu Subuh – yang menandai berakhirnya

Oleh : Dr. dr. Barita Sitompul SpJP Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki. Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu. Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang di kumandang kan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah "ash shalatu khairun minan naum". Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat "ash shalatu khairun minan naum"? Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain. Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat itu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati. Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular. Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya. Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.

Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat "ash shalatu
khairun minan naum"? Shalat subuh lebih baik dari tidur?
Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. "Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu". Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998. Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga. Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita. Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular. Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus.Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO. Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar. Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.

Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien.

Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya. Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada
keadaan istirahat. Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling
menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.
Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat “ash shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur?
Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi
tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”. Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida. Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998. Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga. Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah
dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita. Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular. Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus. Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO. Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar. Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.
Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien.
Note: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula shalat shubuh. Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan oleh malaikat” (Surra al-isra:78)

Baca Selengkapnya...

Rahasia Sholat Dhuha

15.15 Posted In , , , Edit This 0 Comments »





Bagaimana agar rezeki kita dimudahkan? Adakah ibadah membantu kita untuk memperlancar datangnya rezeki? Ada dan shalat dhuha adalah jawabannya. Shalat dhuha adalah ibadah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Shalat sunnat ini yang dilakukan seorang muslim saat waktu dhuha.
Waktu dhuha tiba saat matahari mulai naik, kira-kira tujuh hasta sejak terbitnya. Atau sekitar pukul tujuh pagi hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha, dari dua hingga duabelas raka’at.
Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung manfaat yang sangat besar bagi umat Islam. Rasulullah bersabda di dalam Hadists Qudsi,

“Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)

Dalam hadist yang lain dikatakan,

“Barangsiapa yang masih berdiam diri di mesjid atau tempat shalatny setelah shubuh karena melakukan I’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun bnyaknya melebihi buih di lautan.” (HR. Abu Daud)

"Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruas itu." Para shahabat bertanya, "Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, "Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha." (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Shalat-shalat sunah sangat dianjurkan. Karena ada faedah yang terkandung di dalamnya. Salah satunya untuk membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahannya. Di antara shalat sunah tersebut adalah shalat dhuha.

Hadits Rasulullah SAW terkait shalat dhuha antara lain :

"Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan." (H.R Turmudzi)
Selengkapnya tabir emas dibalik shalat dhuha, dapat Anda baca dalam buku Keajaiban Shalat Dhuha. Buku berpengantar Dr. K.H. Muslih Abd. Karim, MA ini ditulis Muhammad Abu Ayyas. Buku berjumlah halaman 140 ini, pun menjelaskan cara mudah mencari rezeki. Dalam buku ini mengandung pesan: sebab rezeki hak semua orang dan kemiskinan mendekati kekufuran, maka ibadah dan usaha adalah jawabannya.


Keajaiban Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah ibadah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung manfaat yang sangat besar bagi
umat Islam. Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman,
Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat
shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore
harinya. (HR Hakim & Thabrani)

Dalam Hadits yang lain dikatakan, Barangsiapa yang masih berdiam diri di
masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan itikaf,
berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu
kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi
buih di lautan. (HR Abu Daud)

Bukan hanya mengungkap keajaiban dan cara shalat dhuha, buku ini pun dilengkapi
dengan doa-doa membuka rezeki, terhindar dari hutang, dan kiat sukses dalam
usaha dan bekerja.


All Right Reserved
  • Darul Nu'man

  • © EMAG 1991
    Baca Selengkapnya...

    MAN 4 sebagai Pijakan Menapaki Masa Depan

    15.15 Posted In , , , Edit This 0 Comments »



    Kita semua menyadari setiap sekolah mempunyai peran yang berharga dalam membangun dan menciptakan putra dan putri bangsa yang berbudi luhur serta berilmu. Tak perlu dipungkiri MAN 4 mempunyai andil yang besar dalam hal ini setiap gebrakkannya mampu membuat para pelaku pendidikan dan masyarakat mengacungkan jempol.

    Bukan hanya sebagai sekolah, namun juga sebgai wadah yang mampu menciptakan masyarakat madani yang agamis yang mampu berbaur dan membuat perubahan besar dalam masyarakat. Dengan didukung guru-guru yang berdedikasi tinggi serta berpengalaman tak membuat orang tua kita semua merasa ragu akan sekolah beragama yang sekarang ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Kita patut besyukur orang kita menyadari bahwa MAN 4 bukan pilihan yang salah bagi kita semua yang mampu membangun kita dalam hal akademik maupun non-akademik.

    Setiap siswa/i MAN 4 tak perlu berkecil hati bila belum bisa menjadi yang terbaik bagi sekolah. Karena kita merupakan perkumpulan the best of the best yang semua mempunyai kemampuan yang berbeda dan belum terlihat. Kita hanya butuh waktu dan sedikit perjuangan dan memanfaatkan segala hal yang medukung kesuksesan kita dunia dan akhirat. Karena kita diibaratkan sebagai emas yang masih tertimbun di pertambangan yang butuh ditempa, dipanaskan, dan disiram. Agar bisa dibuat perhiasan yang indah dan menarik bahkan mahal yang melebihi harga sebelumnya. Itulah kita butuh proses dan pembentukan yang sempurna. MAN 4 merupakan langkah awal dari suatu proses kita yang akan membuat kita lebih berarti. Bismillah.



    Baca Selengkapnya...

    Rahasia Shalat Subuh

    15.13 Posted In , , , Edit This 0 Comments »



    Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki.

    Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.

    Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah “ash shalatu khairun minan naum”.
    Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat “ash shalatu khairun minan naum”? Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain. Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia.

    Tetapi disisi mana manfaat i tu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati. Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.
    Baca Selengkapnya...

    All about MAN 4 Model Jakarta selatan

    14.57 Posted In , Edit This 0 Comments »




    Photobucket
    Man 4 Jakarta adalah sebuah lembaga Pendidikan Agama Islam negeri yang memadukan 2 unsur pendidikan yaitu pendidikan agama dan pendidikan Umum, sebuah kolaborasi yang sangat ideal. MAN 4 Model adalah satu dari 38 MAN Model di Indonesia. Hadir dengan konsep globalisasi namun tidak meninggalkan pendidikan agama islam yang sudah menjadi pegangan setiap muslim. MAN 4 Model Jakarta seakan membawa angin segar bagi setiap umat muslim di tengah hiruk pikuknya kemajuan zaman yang secara drastis mengubah gaya hidup manusia. MAN 4 Model telah menghadirkan sebuah cakrawala baru di dunia pendidikan Indonesia yang senantiasa melahirkan para intelektual-intelektual muslim yang mampu memberi coretan indah di lembaran baru Indonesia.
    Kalian juga bisa melihat lebih jauh tentang MAN 4:


  • Sejarah

  • Alamat

  • Fasilitas

  • Gallery

  • Kelas dan jurusan

  • Tenaga Pengajar



  • Baca Selengkapnya...

    Pesanan Terakhir Rasulullah

    14.45 Posted In , Edit This 0 Comments »



    Pesanan Terakhir Rasulullah S.A.W (Isi Khutbah terakhir rasulullah SAW)
    Ketika Rasulullah SAW mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijarah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, di antara isi dari khutbah terakhir Rasulullah SAW itu ialah:

    "Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.
    "Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahawa sesungguhya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu, segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.
    "Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.
    "Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.
    "Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.
    "Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.
    "Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Qur'an dan Sunnahku.
    "Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu."

    Baca Selengkapnya...

    SYUKUR ADALAH KENDARAAN MENUJU NIKMAT ALLAH

    14.27 Posted In , Edit This 0 Comments »



    Judul Buku : Syukur Pengundang Nikmat
    Pengarang : K.H. Abdullah Gymnatiar
    Penerbit : MQS Pustaka Grafika
    Tebal : 96 halaman
    Harga : Rp 8.200,-
    Tahun Terbit : Sya’ban 1422/November 2001
    Cetakan ke- : II

    Syukur Pengundang Nikmat adalah kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Ternyata kebahagian yang dirindukan bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan. Kita sering mendapati orang-orang yang pusing dan nelangsa karena tidak punya uang, namun bersamaan dengan itu kita sering melihat orang-orang yang menderita stres dan was-was justru menimpa orang-orang yang kelebihan uang. Ada pula yang merasa sempit dan sengsara karena dia adalah orang yang banyak hutang.

    Tidak sedikit orang yang memperoleh kesuksesan hidup setelah ia memperoleh sejumlah kepahitan hidup. Banyak pula orang yang mendapat sejumlah penderitaan sebagai akibat dari kegembiraan dan kenikmatan. Ada orang yang untung karena musibah dan ada orang yang rugi justru karna sukses.

    Paparan singkat buku ini mengingatkan kepada kita wajib bagi siapapun yang merindukan hidup bahagia harus mengenal kunci bersyukur.

    Dalam buku ini penulis meyakinan bahwa segalanya hanya milik Allah SWT atau tidak merasa dimiliki dam memiliki kecuali hanya milik Allah SWT adalah kunci yang sangat luar biasa dampaknya bagi kenyamanan dan kebahagian hidup. Andaikan diambil perumpamaan, bayangkan jika ada sebuah lemari kaca penuh dengan makanan lezat tetapi terkunci rapat, manakah yang lebih dulu dipikiran? isi lemari atau kunci lemari?.

    Siapa pun yang normal cara berpikirnya akan berupaya mencari kuncinya lebih dulu. Karena mati-matian ingin menikmati isi lemari, tapi kalau tidak punya kuncinya sama dengan menyiksa diri. Membuat penderitaan tiada akhir, didera keinginan yang tidak akan tercapai.

    Dengan membaca buku ini, pembaca mengetahui bahwa kenyataan hidup pun tidak jauh berbeda dengan perumpamaan di atas. Sehebat apapun keinginan menikmati hidup bila tidak mengetahui kuncinya maka tatkala kebahagiaan hanya akan ada dalam angan-angan saja. Kalaupun merasa mendapat kebahagian, sesungguhnya hanyalah semu belaka atau bagai mengejar bayang-bayang, tidak akan pernah terkejar.

    Meskipun dalam buku ini penulis tidak menyuguhkan secara menyeluruh cara bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, tetapi setidaknya dengan membaca buku ini kita mengetahui bahwa syukur adalah kendaraan yang paling utama untuk menuju nikmat Allah SWT.

    Dalam buku ini penulis melengkapinya dengan kisah-kisah Hamba Ahli Syukur, bagaimana kisah para Hamba Ahli Syukur mensyukuri nikmat Allah SWT yang begitu besar. Agar kita punya rasa syukur prestatif di abad 21 ini, maka kita harus lebih berfungsi sebagai manusia yang kooperatif, serta mampu memberikan suasana yang menyenangkan terhadap segala kejadian yang sudah diciptakan Allah SWT secara sempurna. Kita harus tetap membantu diri dan umat Islam dalam mendisiplinkan diri terus-menerus. Menciptakan “learns how to learn”, ketimbang sekedar mengajari diri dan umat Islam dalam bentuk keluhan-keluhan tanpa arti.

    Dan yang paling tidak ternilai adalah hidup ini menjadi mantab dan tentram karena telah mengenal serta memiliki keyakinan kepada Allah yang Maha Agung lagi Maha Perkasa.
    Baca Selengkapnya...

    Bani Israil Ingin Melihat Allah

    14.07 Posted In , Edit This 0 Comments »



    “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”
    QS: 2:55
    Dan telah kami tetapkan terhadap (Bani Israel)dalam kitab itu :"Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua klai dan pasti kamu akan menyomkan diri dengan kesomboingan yang besar.
    Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan)itu, kamki datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu meweka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
    Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak (generasi) dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
    Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid (al Aqsa), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
    QS: 17; 4-7
    Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sesunguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (Bani Israel) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaNya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; diantaranya ada yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami cona mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk0buruk agar mereka kembali (kepada kebenaran)
    QS: 7;167-168


    Tuhan membentangkan awan untuk meneduhkan bani israil, dan Dia menurunkan manna dan salwa kepada mereka, dan berfirman "Makanlah benda-benda yang baik daripada apa yang Kami merezekikan kamu."Kemudian kaumnya berkata pula, "Wahai Musa, kami tidak akan bersabar dengan makanan yang satu macam; mohonlah kepada Pemelihara kamu untuk kami, supaya Dia mengeluarkan untuk kami daripada apa yang bumi menumbuhkan; herba hijaunya, dan mentimunnya, dan jagungnya, dan kekacangnya, dan bawang merahnya."Dia berkata, "Adakah kamu menukar yang lebih baik dengan yang lebih rendah? Turunlah ke Mesir; kamu akan mendapati di sana apa yang kamu menanyakan."Terdapat juga antara kaum Musa yang enggan percaya sehingga mereka melihat Allah. Mereka berkata, "Wahai Musa, kami tidak akan mempercayai kamu sehingga kami melihat Allah dengan nyata." Maka Musa memilih daripada kaumnya tujuh puluh orang lelaki untuk waktu dengan Tuhan seperti yang ditetapkan, tetapi mereka ditimpa halilintar dan gempa bumi. Bani Israil juga mencabuli Sabat (hari dilarang bekerja), apabila ikan-ikan datang kepada mereka pada hari Sabat dengan berenang ke pantai, tetapi pada hari yang mereka tidak menjaga Sabat, mereka tidak datang kepada mereka. Ujian itu dikenakan kepada mereka kerana mereka fasiq.



    Nabi Musa AS pergi meninggalkan Bani Isaril untuk berjumpa dengan Allah SWT

    Allah SWT mewasiatkan Nabi Musa AS untuk mendaki sebuah bukit dan berdiam di sana selama 30 malam, setelah selesai 30 malam Allah SWT akan memberikan kepadanya lempengan batu tulis dan mencatatkan untuknya di atas lempengan tersebut beberapa wasiat yang ditujukan kepada Bani Israil agar berpegang teguh kepada wasiat tersebut. Imam Baidhawy, An-Nasfy, Al-Khatib dan Al-Alusy menyebutkan bahwa Nabi Musa AS menjanjikan kaumnya Bani Israil, saat mereka berada di Mesir, jika Allah membinasakan Fir’aun Allah akan mendatangkan untuk mereka catatan peringatan dan wasiat yang harus mereka jalankan. Tatkala hal itu terjadi Musa As memenuhi janjinya, Iapun meminta kepada Allah SWT catatan tersebut. Kemudian Allah SWT memerintahkannya untuk berpuasa 30 hari pada bulan dzul qa’dah, setelah tuntas menjalankannya, Nabi Musa As menghadap Allah SWT, namun para malaikat menghadangnya, mereka mencium bau mulut Nabi Musa yang tidak enak, Musa AS mengakui telah memakanan tumbuhan tertentu yang menimbulkan bau, lalu allah SWT memerintahkannya kembali untuk berpuasa 10 hari di bulan Dzul Hijjah. Imam Al-Dailamy mentakhrij dari ibnu Abbas, juga meriwayatkan hal yang sama. Sebagaiman Allah SWT berfirman :

    “Dan Telah kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), Maka sempurnalah waktu yang Telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. dan Berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: "Gantikanlah Aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan"
    Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu(sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim. (2:51)

    Maksudnya: perbaikilah dirimu dan kaummu serta hal ihwal mereka.
    Sebelum Nabi Musa meninggalkan kaumnya untuk bertemu dengan Rabbnya, Ia menitipkan amanat dakwahnya kepada saudaranya Harun AS, seraya mengingatkan agar Harun senantiasa memperhatikan kemaslahatan kaumnya, dan senantiasa mengawasi gerak-gerik dan prilakunyaSetelah tuntas Nabi Musa berpuasa 40 hari, Ia bergegas berbicara kepada Rabbnya agar diperboleh melihatnya, akan tetapi Allah SWT menegaskan bahwa Ia tak akan dapat melihatNYA, sebagaiamana Allah SWT berfirman :


    ”Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang Telah kami tentukan dan Tuhan Telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar Aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi Lihatlah ke bukit itu, Maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, Aku bertaubat kepada Engkau dan Aku orang yang pertama-tama beriman". para Mufassirin ada yang mengartikan yang nampak oleh gunung itu ialah kebesaran dan kekuasaan Allah, dan ada pula yang menafsirkan bahwa yang nampak itu hanyalah cahaya Allah. Bagaimanapun juga nampaknya Tuhan itu bukanlah nampak makhluk, hanyalah nampak yang sesuai sifat-sifat Tuhan yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia”



    Para Mufasssir berpendapat bagaimana mungkin nabi Musa minta agar ia dapat melihat Allah SWT, kalau Ia tahu hal itu tidak mungkin? Dari sinilah dalil memungkinkan melihat Allah SWT, jika tidak, Musa tidak akan memintanya. Seakan-akan Musa AS dengan nubuwwahnya semata telah mengetahui segala sesuatu. MAKSIAT BANI ISRAEL KEDUA : PENYEMBAHAN ANAK SAPI Bani Israel sebenarnya telah lama menyembah berhala sejak tinggal di Mesir, tatkala mereka beriman kepada nabi Musa AS, mereka tidak memiliki wawasan yang memadai untuk membentengi mereka dari nilai-nilai Fir’aun yang musyrik. Dahulu mereka di Mesir memuja sapi dan mengabadikannya pada lukisan-lukisan di dinding-dinding rumah mereka. Dari sini Para Ulama berpendapat : ”termasuk bid’ah yang tidak disukai menggambar masjid dan mengukir mihran.”, karena hal itu tidak ada pada masa Rasulullah SAW. Umar bin Khattab RA berkata kepada tukang bangunan masjid : ”buatlah bangunan yang dapat melindungi manusia dari hujan, jangan engkau merahkan atau kuningkan!”. Adalah seorang tokoh bani Israel yang bernama Samiry, sepeninggalnya nabi Musa AS menghadap Rabbnya di bukit Tursina, samiry memperkenalkan sesembahan baru anak sapi kepada kaumnya, seraya berkata : ”Inilah Tuhan kalian dan Tuhannya Nabi Musa”. Tatkala Nabi Musa AS kembali dan diberitakan perihal kaumnya, Ia langsung marah dan sedih seraya memperingatkan kaumnya :


    ”Bukankah Rabb kalian telah menjanjikan kebaikan bahwa kalian akan diberikan Taurat yang berisi petunjuk dan cahaya?”. Kaumnya pun berkata : ”Kami tidak pernah mengingkari janjimu, hanya saja kami diperdaya oleh Samiry”. Kemudian Musa AS menemui saudaranya Harun AS, sambil marah dan menarik janggutnya : ”Mengapa engkau tidak mengambil tindakan terhadap mereka yang telah menyembah sapi, atau menyusulku dan memberitahukan kepadaku tentang mereka?”. Harun berkata : ”Aku takut engkau mengatakan bahwa aku membuat Bani Israel terpecah, sebagian ikut aku dan sebagian lagi ikut samiry, juga bahwa aku menyusul engkau, padahal aku diperintahkan untuk tetap di tempat menunggumu kembali!”



    Musa langsung menemui Samiry, ketika ditanya Ia beralasan bahwa kembali menyembah sapi karena Musa AS tidak berada di jalan yang benar. Lalu Musa AS berkata kepadanya : ”Pergilah engkau!, sesungguhnya Allah SWT telah menghukummu, dimana engkau hanya dapat berkata : ”jangan kau sentuh aku!”, akhirnya Ia stress karena setiap ada orang yang mendekat mereka selalu mengatakan seperti itu, sampai akhirnya tiada seorangpun yang menghampirinya dan menyanjungnya. Lebih jelasnya simaklah ayat berikut ini :

    85. Allah berfirman: "Maka Sesungguhnya kami Telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka Telah disesatkan oleh Samiri[937].
    86. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: "Hai kaumku, bukankah Tuhanmu Telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, dan kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?".
    87. Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, Maka kami Telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya[938]",
    88. Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara[939], Maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa Telah lupa".
    89. Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?
    90. Dan Sesungguhnya Harun Telah Berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku, Sesungguhnya kamu Hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan Sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) yang Maha pemurah, Maka ikutilah Aku dan taatilah perintahku".
    91. Mereka menjawab: "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami".
    92. Berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka Telah sesat, 93. (sehingga) kamu tidak mengikuti Aku? Maka apakah kamu Telah (sengaja) mendurhakai perintahku?"
    94. Harun menjawab' "Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan Berkata (kepadaku): "Kamu Telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku".
    95. Berkata Musa: "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) Hai Samiri?"
    96. Samiri menjawab: "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, Maka Aku ambil segenggam dari jejak rasul[940] lalu Aku melemparkannya, dan Demikianlah nafsuku membujukku". 97. Berkata Musa: "Pergilah kamu, Maka Sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia Ini (hanya dapat) mengatakan: "Janganlah menyentuh (aku)"[941]. dan Sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan Lihatlah Tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, Kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).


    Keterangan : [937] Samiri ialah seorang dan Bani Israil dari suku Assamirah. [938] Maksudnya: mereka disuruh membawa perhiasan dari emas kepunyaan orang-orang Mesir. lalu oleh Samiri dianjurkan agar perhiasan itu dilemparkan ke dalam api yang Telah dinyalakannya dalam suatu lobang untuk dijadikan patung berbentuk anak lembu. Kemudian mereka melemparkannya dan diikuti pula oleh Samiri. lihat selanjutnya not. 570. [939] mereka membuat patung anak lembu dari emas. para Mufassirin berpendapat bahwa patung itu tetap patung tidak bernyawa dan suara yang seperti lembu itu hanyalah disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam rongga patung itu dengan tekhnik yang dikenal oleh Samiri waktu itu dan sebagian Mufassirin ada yang menafsirkan bahwa patung yang dibuat dari emas itu Kemudian menjadi tubuh yang bernyawa dan mempunyai suara lembu. [940] yang dimaksud dengan jejak rasul di sini ialah ajaran-ajarannya. menurut faham Ini Samiri mengambil sebahagian dari ajaran-ajaran Musa Kemudian dilemparkannya ajaran-ajaran itu sehingga dia menjadi sesat. menurut sebahagian ahli tafsir yang dimaksud dengan jejak rasul ialah jejak telapak kuda Jibril a.s. artinya Samiri mengambil segumpal tanah dari jejak itu lalu dilemparkannya ke dalam logam yang sedang dihancurkan sehingga logam itu berbentuk anak sapi yang mengeluarkan suara. [941] Maksudnya: supaya Samiri hidup terpencil sendiri sebagai hukuman di dunia. dan sebagai hukuman di akhirat, ia akan ditempatkan di didalam neraka.



    Photobucket


    Baca Selengkapnya...

    Ayo! tebak-tebakan

    13.08 Posted In , Edit This 0 Comments »


    Photobucket
    1. Negara apa yang paling siap menerima hujan?
    Swedia_Swedia paying sebelum hujan

    2. Rumah apa yang paling besar?
    Rumania

    3. Kota apa yang bisa bicara dan bisa berubah?
    Kotaro Minami

    4. Lele apa yang suka di tepi jalan?
    Lelepon Umum

    5. Topi apa yang paling tua atau topi yang pertama kali ada?
    Topikantropus Erectus
    Topinya Nabi Adam

    6. Pit (sepeda) apa yang paling tua?
    Pitecantopus Erectus

    7. Partai Politik di Indonesia yang paling jujur?
    Partai Bulan Bintang (nama partai dan lambangnya sama alias jujur)

    8. Kalau misalnya semua jenis serangga bisa sekolah, lalu yang kira2 paling terlambat binatang apa?
    Keluwing/Klabang (karena berkaki seribu maka kalau pakai sepatu kelamaan)

    9. Hewan apa yang bisa berbicara?
    Semua hewan bisa bicara (bukan bicara seperti manusia lho)

    10. Gajah hanya terdapat dimana?
    Di paling belakang. (hanya, maksudnya huruf “H"-nya)

    11. Apa minuman kesukaan Osama?
    JasJus (“Osama suka JasJus”)

    12. Kalau ada 5 batang korek api, bagaimana caranya untuk membuat pesawat?
    Ya nggak bisa lha wong Habibie saja nggak bisa masak kamu bisa….

    13. Buah apa yang membuat kita selalu waspada?
    Buahaya

    14. Tikus apa yang memiliki dua kaki?
    Micky Mouse / Mini Mouse

    15. Bebek apa yang memiliki kaki 2?
    Semua bebek maah punya kaki 2 kalau punya kaki 4 itu namanya bebek cacat

    16. Superhero apa yang paling bodoh?
    Batman (sudah tahu nggak bisa terbang nekad aja pakai sayap)

    17. Kenapa Batman memakai sayap?
    Ya biar tidak tembus ke samping

    18. Kenapa Batman menggunakan lambang kelelawar, tidak menggunakan lambang “B” seperti halnya Superman dengan “S” atau Robin dengan “R”?
    Karena lambang “b” sudah dipakai oleh Bobo

    19. Bis apa yang bisa dimakan?
    Biskuit

    20. Bis apa yang sering dibakar?
    Bismilak (plesetan dari Wismilak)

    21. Siapa Atlet olahraga yang paling miskin?
    Anastacia Miskyna-petenis Russia era 2000an (miskin)

    22. Mengapa kok Bebek Goreng itu rasanya enak?
    Karena ada huruf Bnya (bayangkan bila tanpa “B”_ E Ek Goreng)

    29. Kalau berlubang satu keluar kalau berlubang 2 tidak keluar?
    Orang yang sisi(jawa_Red)

    30. Mengapa Kentut Laki2 lebih keras daripada kentut perempuan?
    Karena Laki2 punya Mix

    31. Tahukah kamu apa sebutan dari kotoran ayam?
    Tahukah kamu apa sebutn kotoran Sapi?
    Tahukah kamu apa sebutan kotoran kambing?
    Lalu Tahukah kamu siapa Perdana Menteri Inggris sebelum Toni Blair?
    Kalau tidak bisa menjawab berarti otak kamu hanya sebatas pengetahuan tentang kotoran saja. Jawabannya John Meiger

    32. Kisah tentang kebahagiaan PM Inggris John Meiger tentang bahasa Inggris?

    33. Azan Maghrib itu ditujukan buat siapa?
    Azan Maghrib untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya (di TV-TV)

    34. Siapa sich yang melakukan azan?
    Sa’at (lihat: Saat azan maghrib untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya)

    35. Bila antara 1942-1945 ada kejadian tentang penjajahan Jepang di Indonesia?
    Lantas ada kejadian apa pada 1750-1755?
    Azan Maghrib (17.50-17.55)

    36. Pulau apa yang penuh dengan makanan?
    Pulau Roti

    37. Siapakah Atlet lari paling kaya di Indonesia?
    Eddy Tansil (Eddy Tansil melarikan diri ke luar negeri dengan membawa uang bertrilyun2)

    38. Siapakah Pelari paling hebat?
    Eddy Tansil (karena dia sudah berlari sekitar 10 tahun lebih)

    39. Mengapa Polisi memakai pistol?
    Kalalu pakai tongkat dikira Hansip

    40. Siapakah orang yang paling pentinguntuk diberitakan?
    Sari (Sari berita penting_ RRI sejak berdiri sampai sekarang)

    41. Ban apa yang enak dimakan?
    Bandeng

    42. Ban apa yang membuat 26 orang mati?
    Bandara Adi Sumarmo

    43. Ban apa yang paling kejam, jahat, paling jelek?
    Bansat.

    44. Apa yang dimaksud dengan Madhang Ngising Turu?
    Lampu (Madhangi Sing Turu)

    45. Beras apa yang paling bagus, indah, dan dingin?
    Berastagi (Brastagi-SUMUT)

    46. Apa bahasa Chinanya Dudukan Sepeda?
    Ling Huan Pit (Lingguan Pit)

    47. Apa bahasa China nya menyeberang sungai dengan celana?
    Cin Cing Ka Thok (Cincing Kathok)

    48. Apa bahasa Arabnya Masjid di tengah laut?
    Mustahil

    49. Hitam, Lonjong, Panjang, terdapat di lakangan, apaan?
    Rem Becak

    50. Apa kepanjangan K-15?
    Kolo Kulo Kelas Kalih, Kathok Kolor Kulo Kendho, Kinthil Kulo Ketok, Konco Kulo Keplok-Keplok

    51. Apa kepanjangan K-20
    Kolo Kula Kelas Kalih, Kula Kaliyan Konco Kula, Kelelegen Kolang Kaling Kalih Kilo, Konco Kula Kelenger Kabeh Kula Kejet-Kejet

    52. Apa kepanjangan S-12
    Silit Sapi Suek Sak Senti, Saged Sing Sot Suat Suit Sae Sanget

    53. Binatang apa yang hidupnya hanya minum saja tnpa pernah makan?
    Nyamuk
    Baca Selengkapnya...

    Be The Best

    12.51 Posted In , Edit This 0 Comments »



    Di dalam masyarakat terutama di negara berkembang, banyak sekali masyarakatnya yang terjangkit penyakit mitos-mitos yang menyesatkan. Di antara mitos itu adalah:
    1. Mitos pendidikan, "Saya tidak bisa sukses karena pendidikan saya rendah".
    2. Mitos nasib, "Biar berjuang bagaimanapun, saya tidak mungkin sukses karena nasib saya memang sudah begini dari sononya".
    3. Mitos kesehatan, merasa diri tidak kuat secara fisik.
    4. Mitos usia, "Ini pekerjaan untuk anak muda, saya terlalu tua untuk pekerjaan ini".
    5. Mitos gender, "Jelas aja bisa, dia kan perempuan sayakan pria" atau sebaliknya.
    6. Mitos shio, "dia shio macan memang bisa sukses, saya kan shio babi" dan lain sebagainya. Dan penyakit mitos-mitos lainnya.

    Jika mitos-mitos itu telah dijadikan pedoman hidup, maka nasib kita akan sulit berubah. Sikap mental negatif seperti di atas, jelas merupakan pengertian yang salah. Apalagi jika sudah masuk ke alam bawah sadar kita, maka akan membawa dampak sangat negatif dalam kehidupan kita secara menyeluruh. Membuat kita kalah dan gagal sebelum berjuang!!!

    Dalam memasuki dunia bisnis, ada dua mitos yang berpengaruh paling besar, yaitu masalah modal dan pendidikan. Saya justru
    tidak memiliki keduanya saat memulai usaha dulu. Yang saya miliki hanyalah ide membuat kartu kata-kata mutiara dan
    keberanian untuk mencoba. Saya memiliki kemampuan kungfu, dan potensi diri itulah yang saya manfaatkan. Saya mengajar
    kungfu secara privat untuk mendapatkan modal awal.

    Jadi saya berangkat tanpa modal, tanpa uang, tanpa pendidikan formal yang memadai, tapi mana yang mendahului usaha saya?
    Ide! Dan keyakinan bahwa saya bisa sukses, saya berhak untuk sukses! Dengan pemahaman itu, muncul keberanian untuk mencoba.

    Dari penolakan-penolakan dan melalui proses perjuangan yang luar biasa ulet, ulet, dan ulet, usaha itu baru bisa berkembang baik. Kegagalan dan penolakan adalah konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil. Kita hanya punya dua pilihan, berhasil atau gagal. Kuncinya dalah action dan mental yang positif. Sebab kedua pilihan itu bisa jadi "benar" karena di balik setiap kegagalan terdapat proses pendidikan, sebuah pelajaran untuk kita berbuat dan bertindak lebih bijak di kemudian hari.

    Seperti kata-kata mutiara yang sering saya ucapkan: "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tetapi dari proses perjuangannya". Jika itu disadari oleh semua orang, maka tidak ada lagi yang namanya larut dalam frustasi, kecewa, depresi, apatis, kehilangan motivasi, apalagi putus asa.

    TETAP MENJADI YANG TERBAIK. Memang bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu motivasi yang kuat, komitmen pada tujuan, serta melewati proses latihan dalam praktek kehidupan yang nyata. Sebagai manusia yang mengerti, menyadari, dan dapat berpikir jernih, maka kita harus bisa dan berani menentukan sikap dengan segenap tenaga, waktu, dan pikiran untuk tetap mengembangkan diri semaksimal mungkin.

    Ilmu untuk memelihara motivasi diri bisa dipelajari oleh siapa pun. Salah satu latihan yang paling mudah untuk menguatkan diri sendiri adalah melakukan self talk. Kita gali potensi-potensi positif dalam diri kita dengan melakkukan dialog dengan diri kita sendiri.

    Yakinkan bahwa diri kita memiliki kemampuan untuk sukses. Jika orang lain bisa sukses, kita pun mempunyai hak untuk sukses sama seperti mereka.

    Keyakinan kepada Tuhan, serta doa dan praktek dalam kehidupan ini merupakan upaya yang mampu memberikan kekuatan motivasi diri yang luar biasa.

    Sikap mental lain yan perlu kita pelihara adalah menyadari bahwa sukses yang kita raih bukan hanya sekedar mengandalkan diri sendiri, selalu ada andil orang lain di dalamnya. Rendah hati adalah kata kuncinya, tetapi sebaliknya, tidak rendah diri pada saat mengalami kegagalan.

    Dengan demikian tidak hanya semakin dewasa dalam mengarungi kehidupan ini, yang pasti kualitas kehidupan kita akan semakin baik, semakin sukses, yang pada akhirnya akan bermanfaat pula bagi orang lain.PASTIKAN menjadi yang terbaik !!!

    BE THE BEST!!!!

    Andrie Wongso
    dikutip dari http://www.andriewongso.com/awartikel-65-Artikel_Tetap-Be_The_Best
    Baca Selengkapnya...